• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

Jumat, 18 Desember 2015

terimakasih

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Aku baru saja kembali dari tempat yang amat kubenci namun terpaksa harus kukenali baik (Rumah Sakit) beberapa puluh menit silam. Ada sesuatu yang harus kucari di setumpuk berkas yang rasanya sudah terlalu usang untuk kembali kubuka. Berderet-deret map nampak berwarna-warni menghiasi tumpukan itu, memberi rasa yang mampu menghilangkan sedikit kebosananku.

Di tengah pencarian, aku menemukan sebuah amplop yang nampak tebal (setidaknya ada lebih dari selembar kertas di dalam sana, menurutku). Yang membuat heran adalah amplop tersebut belum pernah dibuka. Dengan rasa penasaran yang kian memuncak, aku pun membuka amplop itu, amplop putih yang bertuliskan namaku di atasnya. Rizka, itu saja.

Ku temukan tiga lembar kertas hvs berukuran A4 di dalamnya, dua berisi penuh hasil Ms. Word dan satu lampiran berisi foto-foto yang entah kapan sang penulis (surat) ambil. Ah, rupanya kamu.

Kebiasaan, tanpa nama. Hmm...

Terharu...

Tak kusangka, masih kau ingat betul perjumpaan pertama kita. Lorong dan kelas yang senantiasa mempertemukan kita. Tentang tempat makan saat pertama kita makan bersama, bahkan menu yang kupesan. Tentang cerita pertama yang kuceritakan padamu. Tentang teman-teman hebatku yang menghiasi setiap ceritaku. Tentang baju yang aku sukai. Tentang amanah yang kita emban bersama beserta lika-likunya. Kau mengingatnya dengan sangat baik? Kau pasti genius!

Aku menghela napas sejenak, rasanya berat. Maafkan aku, untuk baru menyadarinya. Maafkan untuk diri yang tak memperhatikanmu sebanyak kau memperhatikanku.

Seketika aku melintas pada sebuah masa, masa dimana kau menjadi salah satu pelaku di dalamnya. Ya, dalam memoriku. Teringat, akan kisah yang berulang-ulang kau ceritakan. Aku menyukainya. Aku mengingatnya, hadiah-hadiah itu! Hadiah yang kerap kau letakkan di dalam kamar asramaku, 136. Dengan sticky note handalan yang begitu menarik minat. "Tadi aku ke al-Amin. Terus aku lihat ini. Terus aku inget kamu", di atas nissin wafer rasa pisang. Dua pisang yang tiba-tiba ada di atas meja. Dan semuanya hanya bertanda "you know me so well". Ah, aku kalah! Kau ingat betul apa makanan kesukaanku tanpa pernah memberi tahuku (barang sekelumit clue pun) apa makanan kesukaanmu. Yes, I know who you are, so well, but not as much as you know me.

Apa kabar, saudariku yang tak pernah letih menjadi telinga untukku? Aku bahkan tak pantas menerima apapun yang kau tuliskan dalam suratmu. Tapi, terimakasih, untuk menulis, dan untuk semua yang berada di dalam tulisan itu.

Semoga pertemuan-pertemuan kita senantiasa berlanjut hingga kelak Ia berkenan mempertemukan kita di syurga-Nya. Aamiin.

Tetap sehat seperti dirimu, dan melangkahlah selalu ke arah yang lebih baik.

Cause you don't know how thankful I am got to meet you.


Merindu,
Al-Biruni

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Get in touch with me


Adress/Street

Dramaga, Bogor, West Java, Indonesia

Phone number

+(62) 857 1363 9668