Yeah, finally, bisa touch down sama blog ini lagi. Alhamdulillah, sekarang posisi lagi di Tegal, Jawa Tengah. Kota kelahiran dengan sejuta keramahan.
Last Monday, baru pulang dari Singapore, kota yang selalu nampak hidup dengan jutaan lampu beraneka warnanya. Mau share dikit nih.
Kayanya gaperlu ditanya juga kenapa si penulis blog ini berangkat ke dua negara yang punya cukup pengaruh besar di ASEAN dan -mungkin- dunia itu, Malaysia dan Singapore. Intinya ada event yang "menarik diri" untuk berangkat.
Berawal dari resolusi "bikin paspor" dan "keluar negeri" yang dibikin tanggal 1 Januari 2016. Alhamdulillah, biidznillah, Allah izinkan, and I get so many experience because of it.
Malaysia, negeri yang bener-bener "sekandungan" kayanya sama Indonesia, idk exactly. Yeah, kasarnya "kaya lihat sebagian Indonesia yang telah maju kalau ke Malaysia".
Oh iya, gaperlu repot-repot ngomong pake bahasa Inggris kok kalau ke sini, asal maksudnya jelas aja hehe.
Shubuhnya jam 06.06. Dan jam 08.00 baru ada aktivitas masyarakat sana, yaa mirip-mirip 06.30 di Indonesia lah.
Alhamdulillah, seneng banget disambut sama Menteri Pariwisata Malaysia (maaf Tuk, saya lupa namanya siapa hehe) dan jajarannya. Bahkan gala dinner bareng, hmm humble sekali beliau.
Pertama sampai sana dapet suasana India banget di KL Sentral. Ya, memang ada Little India di sana. Banyak keturunan India juga di daerah hotel, KL Sentral. Seharian sibuk sama agenda, alhamdulillah. Dateng-dateng langsung welcome party sama market research ke 3 lokasi, KL Sentral, Petronas, sama China Town. Yang bikin greget jadwal keretanya sih, alamat harus naik taksi kalau sampai ketinggalan kereta. Hmm, cukup menguras tenaga dan hati *eh*. Haha serius, kamu ga akan tahan harus ninggalin parade air mancur di bawah Twin Tower Petronas cepet-cepet. Hiks *pukpuk diri sendiri*.
Sebenernya ga terlalu banyak jalan-jalan di negara ini, tapi sempet mampir ke Cyberjaya. Muter-muter di kantor Malaysian Global Innovation and Creativity, ikut symposium di sana, makan sama sempet ngerasain sholat di sana juga, alhamdulillah. Habis itu ke Malaysian Tourism Center, nonton pertunjukkan tari dan nyanyian asli Malaysia. Ini yang bikin salut, ada tempat yang khusus disediakan buat foreign mengenal lebih tentang Malaysia, jadi orang asing ga perlu bingung harus berkunjung kemana buat mengenal kebudayaan daerah. Malemnya gala dinner, terus jalan-jalan sendiri (sama beberapa pengangguran sih *eh* haha) ke China Town. Dan besok paginya langsung melaju ke Singapore.
Singapore, bukan negara yang susah ditempuh dari Malaysia. Kalau naik bis yaa mirip-mirip Jakarta-Bandung lah. Bedanya, harus ngelewatin imigrasi.
Kalau buat negara yang satu ini, entahlah, ini bener-bener kerasa luar negerinya hehe. Mulai dari orang-orangnya, ketertibannya, lampu-lampu, bangunan, jalanan, sampai air mineralnya yang harganya SGD 3 per-botol (coba aja kalikan 9700 --'). Haha, cultural shock, seriously.
Hmm, dapet hotel bintang 5 di negara satu ini, sayang banget cuma semalem.
Pas baru dateng disambut sama orang-orang kedutaan besar Indonesia di Singapore, ada symposium disana bareng leader-leader luar biasa.
Sempet ke landmarknya juga, apalagi kalau bukan Merlion Stone. Sisanya jalan-jalan sendiri (bareng sama pasukan FMIPA "boleh" sih, hehe). Seharian main pake MRT, kartu STP. Ke Bugis, Marina Bay (Merlion Stone), National University of Singapore, Sentosa Island (Universal Studio sama Palawan Beach), terus Marina Bay lagi buat ke Garden Bay the By, balik ke Bugis, baru ke Changi.
Beautiful experiencenya itu pas nginep di Changi Airport, tidur di sofa KFC haha (alhamdulillah pegawainya baik), sholat di sembarang tempat karena ga ada mushola di sana (there's prayer room, but in boarding room and it isn't just for Muslim).
Alhamdulillah, sempet lihat hujan di dua negara itu juga. Tidak se-syahdu di negara sendiri sih. But, it just feel special. Hmm
Gambar 1. Hujan di Kuala Lumpur, Malaysia
Gambar 2. Hujan di Marina Bay, Singapore
Hoam, sleep tight, anyway :)
Perubahan(?)
-Al-Biruni-


0 komentar:
Posting Komentar