• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

Senin, 14 Desember 2015

memaknai cinta

Bismillahirrahmanirrahiim...

CINTA

Kerap kali lima rangkaian huruf ini menyita perhatian hingga seseorang lupa bahwa dirinya telah menghabiskan begitu banyak waktu karenanya.
Entah seperti apa bentuk cinta yang merupakan fitrah yang niscaya ada pada diri setiap makhluk itu. Yang jelas, ada kehangatan tersendiri tatkala ia telah menyambangi.
Ah, kau tak akan pernah usai membahasnya, percaya padaku.

Memaknai Cinta

Hari ini, ada tambahan wawasan yang diri dapat dari perjalanan ke Sukabumi. Sejurus kemudian, diri ini memutuskan untuk membingkainya dalam sesuatu nan terkenal dengan sebutan cinta yang tengah menjadi buah bibir dari zaman ke zaman.

Memaknai Cinta

Hmm...seorang putri memutuskan untuk berubah ke arah lebih baik setelah ayahandanya sakit dan berpesan, "Ayah khawatir jika yang kamu kerjakan di luaran sana tidak seperti apa yang kamu ceritakan pada Ayah di rumah, karena kamu adalah tanggung jawab Ayah".

Memaknai Cinta

Ya, CINTA. Apalagi namanya jika bukan itu. Cinta seorang putri kepada sang Ayah, putri Ayah ini rupanya baru memahami dan berusaha memaknai rasa yang sang Ayah jalarkan hingga dapat diterjemahkan menjadi rangkaian lima huruf penuh arti yang tengah dibahas silam.

Memaknai Cinta

Lain lagi dengan seseorang yang pernah terlibat dalam suatu perjodohan padahal tengah menjalin komitmen dalam hubungan yang entah apa namanya dengan seseorang yang lain. Ah, ada 3 orang. Tentu ini bukanlah hal menyenangkan yang mudah diterima dengan begitu saja oleh insan manapun (agak lebay? ok, but I think it still true). Namun, pada akhirnya orang tersebut menerima perjodohannya dengan lapang dada, bukan, maksudku sangat lapang dada. Rupanya orang tersebut pun turut memaknai lima huruf nan dipenuhi warna tadi setelah menempuh cara-Nya.

Memaknai Cinta

Begitu banyak akan hal ini yang kudapat dari perjalanan kali ini. Sukabumi, bukanlah kota yang dekat dan lengang di sepanjang perjalanannya. Tentulah banyak kisah yang terlontar dari segala penjuru kendaraan yang membawa lebih kurang 50 mahasiswa sebuah institusi negeri yang dikenal karena sesuatu bernama divisi organik, anorganik, analitik, dan fisik.

Jika diibaratkan, cinta bagaikan sebuah cahaya yang bersumber dari sumber cahaya. Sesuatu dapat membiaskannya. Lurus, belok, maupun berliuk-liuk adalah hasil dari bagaimana cahaya dari sumber cahaya itu dibiaskan. Ya, jika ada Cinta, tentulah ada yang Maha dalam kepemilikan atasnya.
Ada sebuah ungkapan, "pelajarilah agamamu, maka kau akan tahu bagaimana caranya mencintai sesuatu".

Memaknai Cinta

Mari saling belajar untuk memaknainya, bersyukur atasnya terhadap-Nya. Semailah selalu agar senantiasa dapat dituai, meski dengan berbagai variasi rona.

Memaknai Cinta

Hmm...masih ada haru yang bertengger di dinding-dinding hati. Barakallah teteh, Dania Nurlitasari, Kimia 49. Semoga bahagia hingga ke syurga-Nya. Aamiin.
Mau share gambar lucu aja hari ini. Sembari kita doakan karboksilat tersebut agar segera dapat memaknai cinta dengan sebagaimana mestinya.

Memaknai Cinta

P.S.: berjalanlah, dan kau akan mengetahui sesuatu.


Uhibbukum fillah,
-Al-Biruni-

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Get in touch with me


Adress/Street

Dramaga, Bogor, West Java, Indonesia

Phone number

+(62) 857 1363 9668