RKS aka Rumahku, Surgaku
BismillahirrahmanirrahimRumahku, Surgaku...
Rumah adalah tempat untuk pulang, bercerita tentang apa yang didapatkan di sepanjang perjalanan, serta satu-satunya tempat yang memperbolehkanmu untuk berpeluh sembari berbahagia dalam waktu bersamaan, pun tertawa dalam serentet keluh
Surga adalah tempat yang Allah janjikan bagi orang-orang mukmin
Apa jadinya jika kau merasakan keduanya dalam satu tempat secara bersamaan?
Di dalam rumah terdapat satu atau lebih sesuatu yang bermorfologis seperti dirimu, hanya mungkin memiliki cinta yang lebih, mereka adalah keluarga
Keluarga adalah sahabat terdekatmu di dalam sesuatu yang disebut rumah tadi
Dan sahabat menurut Rasulullah adalah orang-orang yang ketika kau bersamanya, Allah dan surganya terasa ada di depan mata
Rumahku, Surgaku...
Semoga rahmat-Nya selalu menaungi mereka semua...
Mereka, segelintir orang yang mengatakan "kamu bisa" saat orang-orang diluar sana justru membuat semakin dalam keterpurukan
Mereka, segelintir orang yang bisa menjadi yang paling keras suaranya namun tetap terdiam ketika diri sedang menangis dan mengeluh, hanya memastikan membuat diri ini nyaman bercerita dengan menjadi telinga
Mereka, segelintir orang yang senantiasa mengingatkan dalam kebaikan
Rumahku, Surgaku...
Entah sebanyak apa rindu yang kian memuncak kini
Presiden, Sekretaris Jendral, Bendahara Negara, Bunda, Bayi, Komdis, dan Penasihat Negara. Aneh mungkin, bagi sebagian orang dan mungkin (juga) bagimu yang sedang membaca ini. Namun inilah cara kami. Ya, di dalam sebuah rumah selalu ada pembagian tugas. Keluarga yang baik bukanlah keluarga yang dapat memaklumi saja, namun profesional
Rumahku, Surgaku...
Teringat waktu-waktu kita melingkar bersama. Rapat RKS, liqo RKS, dan lingkaran-lingkaran lainnya. Entah siapa yang memulainya, kita hanya ingin menjadi keluarga yang baik satu sama lain
Tak jarang ada yang "syahid" terlebih dahulu kemudian kembali bangkit
Pun saat pergi bersama, walau hanya sekadar berbaju dengan warna senada, ke studio foto, atau makan di luar
Pipiku semakin hangat sekarang, entahlah sudah semerah apa
Rumahku, Surgaku...
Jannatul Ma'wa, Jannatul Firdaus, Jannatul Khuld, dan nama surga lainnya dalam bentuk kaligrafi sederhana terpampang di depan pintu kamarnya. Harapan sederhana sang penghuni terselip dibalik namanya
Rumahku, Surgaku...
"Semoga ada hikmahnya kita mencar-mencar ya RKS, kita masih didalam buku yang sama kok, hanya kita sedang dalam babnya masing-masing, semuanya memiliki bahasan berbeda namun sama-sama memiliki satu tujuan (yaitu buku itu sendiri)" (Sekretaris Jendral RKS 2016).
"Mungkin Allah mengondisikan di lingkungan baru dan orang baru. Untuk mendewasakan kita, ibaratnya lagi berpetualang dan ketika pulang ke Rumahku Surgaku banyak cerita yang akan kita bagikan" (Komdis RKS 2016).
Rumahku, Surgaku...
Selamat menyinari bumi yang lain. Bayi (yang kini sudah dewasa) dengan keluarga kecil barunya, jadi istri shalihah ya, Nak. Komdis dengan hafalan-hafalan yang sudah menanti di depan mata, semoga istiqomah senantiasa melekat pada dirimu. Bunda yang akan segera menjadi kakak dengan begitu banyak adik di tempat yang baru. Penasihat Negara yang beralih tugas ke tempat yang lain. Presiden, Sekretaris Jedral, dan Bendahara Negara yang masih dijadikan satu namun di ranah yang lain, semoga rezimnya segera dapat diwujudkan ya
Rumahku, Surgaku...
Uhibbukum fillah...
Dari kanan atas ke kiri, dan kiri bawah ke kanan:
1. Irma Yulistiani
2. Salsabil Hanifah (Resdika)
3. Adinda Aisyah
4. Rizka Betri Wijayanti
5. Dewi Yulianti
6. Nur Humairoh Umi
7. Sarah Salsabila
Gadis berkacamata,
Al-Biruni