• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

About me

Let me introduce myself


A bit about me

just an ordinary muslimah with extraordinary dreams

a pluviophile, she loves rain like a pen

It's Me haha

Deepak Bhagya

personal info

rizka betri wijayanti

Birthday: 15 JAN 1996
E-mail: betri.rizka@gmail.com

read

Know more about me


LIFESHOOT

  • 1996-now

    SIBLINGS

    Generasi pertama dari BETRI bersaudara. Adiknya, Haifa Mutiara Betri Nabila (Bila) dan Fathia Betri Nurul Fadila (Tia)

ACTIVITIES

  • 2015-2016

    BEM FMIPA IPB

    Bendahara Departemen Propaganda dan Kaderisasi, BEM FMIPA 2016 Kabinet Sirius

  • 2015-now

    Forum Lingkar Pena Bogor

    Anggota muda Forum Lingkar Pena Bogor angkatan 8

  • 2014-2018 (expected)

    Bogor Agricultural University

    Mahasiswi Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor

Stories

Al-Biruni's


Kamis, 28 Januari 2016

what's the matter?

what's the matter?

Assalamu'alaikum...

Boleh kan bikin coret-coretan lagi?
Hmm, Allahumma shayyiban naafi'an. Alhamdulillah, Tegal lagi hujan nih. Barusan nitip salam buat beberapa orang yang lagi butuh aku di sampingnya lewat dia sih, semoga dia (re: hujan) tak lupa menyampaikan.

what's the matter?

Anyway, ada apa ya? Kok nulis lagi? Ya itu dia, justru itu, "what's the matter?"
Actually, there's something bad that make me feel guilty, fool, blablabla. But, it's ok, gwencana kalau kata orang Korea.

what's the matter?

Oh iya, beberapa hari yang lalu baru beresin sebuah lagu, project bareng yang belum sempet dirampungin. Sebagian liriknya (versi aku yaa) gini:

Muslimah, pancarkan pesonamu
Muslimah, pancarkan cahaya hatimu
Na na na na na na na 3x
Hari-harimu slalu dipenuhi dengan cerita baru
Senyum bahagia slalu menghiasi indah harimu
Tapi ternyata tak ada yang berbeda
Dirimu juga hambaNya pula
Tak lepas dari cobaan dan tantangan
Reff: Muslimah, pancarkan pesonamu oh
Muslimah, pancarkan cahaya hatimu
Muslimah, jadikan Allah satu-satunya tempat berlindungmu, tempat bergantungmu
Tetap tegar
Jadilah berdikari
...

Nyanyi sendiri aja yaa, tebak-tebak aja chord dkknya.
Itu lirik "kebikin" pas lagi nguatin diri kayanya haha.

what's the matter?

Apa masalahnya? Nah, itu dia. Terkadang kayanya kita salah deh memandang kalau suatu hal itu adalah masalah. Karena sebenernya masalahnya tuh ya latar belakang si masalah tadi. Dan mungkin masalah utamanya ada di belakangnya lagi. Atau semakin di belakangnya. Terus emang kenapa kalau itu masalah?
Hmm, bukannya udah jelas firman Allah satu ini:

"Allah tidak akan membebankan seseorang melainkan sesuai kesanggupannya." (Al-Baqarah: 286)

Nah, itu alasannya ada masalah. Dan lagi pula:

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Al-Insyirah: 5-6)

what's the matter?

Allah selalu punya maksud tertentu -sengaja ga bilang 'terkadang' di sini-. Mungkin Allah mau kebangkitan kita nantinya lebih abadi, sehingga tidak menyegerakan. Atau sesuatu yang menurutNya lebih baik dari itu.

so, what's the matter?

Pict 1. He's Matter. McQueen's friend, hehe (Film "Cars")

Aku ingat kisah gelas plastik. Kau mengingatnya? Seseorang yang menyerupakan hati yang tersakiti dengan gelas yang terbanting. Katanya, "ia tak dapat kembali seperti semula". Benarkah? Seketika lawan bicaranya hanya mengatakan "ini gelas plastik".
Ya, aku tak bermaksud me'lucu', memang~
Sudahlah, masih banyak hutang. Thank's for being there, guys :)


Hareudang,

-Al-Biruni-

Rabu, 27 Januari 2016

rain in somewhere

rain in somewhere

Assalamu'alaikum...

Yeah, finally, bisa touch down sama blog ini lagi. Alhamdulillah, sekarang posisi lagi di Tegal, Jawa Tengah. Kota kelahiran dengan sejuta keramahan.
Last Monday, baru pulang dari Singapore, kota yang selalu nampak hidup dengan jutaan lampu beraneka warnanya. Mau share dikit nih.

Kayanya gaperlu ditanya juga kenapa si penulis blog ini berangkat ke dua negara yang punya cukup pengaruh besar di ASEAN dan -mungkin- dunia itu, Malaysia dan Singapore. Intinya ada event yang "menarik diri" untuk berangkat.
Berawal dari resolusi "bikin paspor" dan "keluar negeri" yang dibikin tanggal 1 Januari 2016. Alhamdulillah, biidznillah, Allah izinkan, and I get so many experience because of it.

Malaysia, negeri yang bener-bener "sekandungan" kayanya sama Indonesia, idk exactly. Yeah, kasarnya "kaya lihat sebagian Indonesia yang telah maju kalau ke Malaysia".
Oh iya, gaperlu repot-repot ngomong pake bahasa Inggris kok kalau ke sini, asal maksudnya jelas aja hehe.
Shubuhnya jam 06.06. Dan jam 08.00 baru ada aktivitas masyarakat sana, yaa mirip-mirip 06.30 di Indonesia lah.
Alhamdulillah, seneng banget disambut sama Menteri Pariwisata Malaysia (maaf Tuk, saya lupa namanya siapa hehe) dan jajarannya. Bahkan gala dinner bareng, hmm humble sekali beliau.
Pertama sampai sana dapet suasana India banget di KL Sentral. Ya, memang ada Little India di sana. Banyak keturunan India juga di daerah hotel, KL Sentral. Seharian sibuk sama agenda, alhamdulillah. Dateng-dateng langsung welcome party sama market research ke 3 lokasi, KL Sentral, Petronas, sama China Town. Yang bikin greget jadwal keretanya sih, alamat harus naik taksi kalau sampai ketinggalan kereta. Hmm, cukup menguras tenaga dan hati *eh*. Haha serius, kamu ga akan tahan harus ninggalin parade air mancur di bawah Twin Tower Petronas cepet-cepet. Hiks *pukpuk diri sendiri*.
Sebenernya ga terlalu banyak jalan-jalan di negara ini, tapi sempet mampir ke Cyberjaya. Muter-muter di kantor Malaysian Global Innovation and Creativity, ikut symposium di sana, makan sama sempet ngerasain sholat di sana juga, alhamdulillah. Habis itu ke Malaysian Tourism Center, nonton pertunjukkan tari dan nyanyian asli Malaysia. Ini yang bikin salut, ada tempat yang khusus disediakan buat foreign mengenal lebih tentang Malaysia, jadi orang asing ga perlu bingung harus berkunjung kemana buat mengenal kebudayaan daerah. Malemnya gala dinner, terus jalan-jalan sendiri (sama beberapa pengangguran sih *eh* haha) ke China Town. Dan besok paginya langsung melaju ke Singapore.

Singapore, bukan negara yang susah ditempuh dari Malaysia. Kalau naik bis yaa mirip-mirip Jakarta-Bandung lah. Bedanya, harus ngelewatin imigrasi.
Kalau buat negara yang satu ini, entahlah, ini bener-bener kerasa luar negerinya hehe. Mulai dari orang-orangnya, ketertibannya, lampu-lampu, bangunan, jalanan, sampai air mineralnya yang harganya SGD 3 per-botol (coba aja kalikan 9700 --'). Haha, cultural shock, seriously.
Hmm, dapet hotel bintang 5 di negara satu ini, sayang banget cuma semalem.
Pas baru dateng disambut sama orang-orang kedutaan besar Indonesia di Singapore, ada symposium disana bareng leader-leader luar biasa.
Sempet ke landmarknya juga, apalagi kalau bukan Merlion Stone. Sisanya jalan-jalan sendiri (bareng sama pasukan FMIPA "boleh" sih, hehe). Seharian main pake MRT, kartu STP. Ke Bugis, Marina Bay (Merlion Stone), National University of Singapore, Sentosa Island (Universal Studio sama Palawan Beach), terus Marina Bay lagi buat ke Garden Bay the By, balik ke Bugis, baru ke Changi.
Beautiful experiencenya itu pas nginep di Changi Airport, tidur di sofa KFC haha (alhamdulillah pegawainya baik), sholat di sembarang tempat karena ga ada mushola di sana (there's prayer room, but in boarding room and it isn't just for Muslim).

Alhamdulillah, sempet lihat hujan di dua negara itu juga. Tidak se-syahdu di negara sendiri sih. But, it just feel special. Hmm

Gambar 1. Hujan di Kuala Lumpur, Malaysia

Gambar 2. Hujan di Marina Bay, Singapore

Perjalanan, banyak hal yang dapat dipetik atasnya, Karena perjalanan pula lah yang membuat kita lebih merindu rumah, kan?

Hoam, sleep tight, anyway :)



Perubahan(?)

-Al-Biruni-

SPRINKLE

What can I do in life


Find your dream

Design more

Catch it

Being beneficial

Look around

Try to love

Contact

Get in touch with me


Adress/Street

Dramaga, Bogor, West Java, Indonesia

Phone number

+(62) 857 1363 9668