Bismillah...
Rizka, hujan hujan hujan! Suara lantang itu seakan mengingatkan. Oh iya, ada aroma hujan. Hujan.
Allahumma shayyiban naafi'an...
~~~
Seketika tersaji wajah riang Zafir Muhammad Brilyan Roshan At-Taufiq (dek Bian), sepupu kecilku saat baru saja diajarkan do'a ketika hujan turun. Bahkan, doa ini adalah doa yang paling diingat oleh Bian kecil yang sekarang sudah memasuki jenjang TK B di usianya yang telah genap 5 tahun.
Sedikit cerita tentang mujahid kecil ini, ada satu hal yang masih membekas betul di dinding kepala diri.
~~~
Siang itu sepulang kuliah (masih menimba ilmu di kampus lamaku, Ummul Qura'), seperti biasa aku menjemputnya di sekolah. Ada semangat yang nampak senantiasa membara di diri bocah kecil itu. Entahlah, aku sedikit iri dengan semangat dan keingintahuan bocah kecil itu yang begitu besar. Mungkin ini dipupuk dari kebiasaannya sedari kecil, orangtuanya mengajarkan untuk menyelipkan doa "jadi anak shalih, hebat, dan juara" seusai shalat-shalat jamaahnya. MasyaAllah
Sesampainya di rumah, dek Bian beraktivitas seperti biasanya, main leggo, atau sesekali membaca buku. Tetiba dek Bian menghampiriku yang tengah asik di dapur. Terlihat sebuah buku bersampul tebal berwarna putih di tangan kecil kokohnya. Dia langsung menarik sebuah kursi dan meletakkannya di dekatku, menggunakannya sebagai alas buku, lalu asik mencari sebuah halaman -yang sepertinya- ingin ditunjukkan kepadaku.
Benar rupanya. Dia pun berhenti pada sebuah halaman bergambar bendera dari beberapa negara di dunia.
"Ini bendera Palestina!" ujarnya bangga, seakan hanya dia yang tahu hal tersebut.
Aku tersenyum, menyambut kata-katanya dengan berbinar. "Oh iya, dek? Waaah, keren ya. Yang sering kita nyanyiin itu dong? Palestinaa, Palestinaa".
"Iya mba, kalau yang ini bendera Israel, adek ga suka", ucapnya kemudian.
Sedikit tersentak. Lalu hanya membalasnya dengan "Kenapa?"
"Mereka jahat, temen-temen adek di Palestina masa ditembakkin. Nanti kalau udah besar adek mau ke Palestina aja, bantuin temen-temen adek yang baik di sana, kan mereka Islam".
Diam. Aku tak tahu harus membalas apa. Bahkan mungkin, pemikiran tentang Palestina -dan apa yang harus diperbuat akannya- yang ada di kepalanya kala itu lebih banyak daripada ku. Sedih, apalah aku, apalah semangatku, dibanding si kecil ini.
~~~
Hari ini, pun hari-hari sebelum hari ini, aku mendengar begitu banyak berita akan tingkah musuh-musuh Islam yang kian menjadi-jadi. Hingga begitu banyak yang berlomba-lomba memberi label 'baru' bagi agama nan rahmatan lil 'aalamiin ini. Label-label buruk yang kian memperseok langkah orang-orang yang 'berserah diri'. Na'udzubillahi mindzaliik
But, it's time to shine. Masih ada 'Roma' setelah 'Konstantinopel'.
Seketika terhimpun segala sesuatu yang telah kubaca tentang 'aroma-aroma kebangkitan' ummat ini. Tentang pemuda-pemuda muslim yang merindu sebuah peradaban madani dan sedikit demi sedikit berusaha untuk memulainya. Tentang kabar-kabar nan tak perlu lagi diragukan, bagaimana tidak, Allah yang memberi kabar. Lewat surat cinta yang -alhamdulillah- masih dapat kita jumpai kini.
"...Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa" [QS. Al-A'raf: 128]
Ah, rasanya masih banyak yang harus kubaca, kutulis, kuperjuangkan, dan kupertanggungjawabkan.
Isyhadu bi anna muslimun, begitu kan seharusnya?
Sudahlah, ada atau tidak adanya kita, Islam sudah tentu akan menang. Hanya saja, sebegitukah kurang menggiurkannya janji-Nya yang pasti lagi tentu akan orang-orang yang terlibat dalam kemenangan Islam, hingga kau memutuskan untuk menarik diri?
Bismillah, semoga ummat ini dapat segera terhimpun dalam satu Jama'atul Muslimin. Mempersiapkan dengan menempa dan mengusahakan diri sepenuh hati.
Karena, sebagaimana kita ketahui:
Masih ada genangan air,
Al-Biruni

Waaahhhh daebak! Ga nyangka ribet dibalik kamu yang.....dikelas, ternyata tersimpan sejuta 'keanggunan' yang kamu benar2 bisa dibilang expert to improve it kedalam kata2
BalasHapuswaah ipi baca? aku terharu :'3
Hapusipi cepet sehat yaa~
HapusWaaahhhh daebak! Ga nyangka ribet dibalik kamu yang.....dikelas, ternyata tersimpan sejuta 'keanggunan' yang kamu benar2 bisa dibilang expert to improve it kedalam kata2
BalasHapus