• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

Minggu, 22 November 2015

dijadikan-Nya mulia, kenapa nolak?

Bismillah...

Udara pagi menyusup noktah-noktah kecil RKS (red. kontrakan). Matahari? Usahlah di tanya. Riuhnya tetangga-tetangga kian memenuhi bilik. Aroma syukur pagi hari. Alhamdulillah, entah ini rahmat atau musibah, mari berkeyakinan baik. Allah Maha Baik.
Masih weekend sih, tapi rasanya tugas ga beres beres. Haha *skip*
Hmm, sedikit mencolek wanita ya pagi ini.

dijadikan-Nya mulia, kenapa nolak?

Nah loh, anyway, banyak banget wanita-wanita yang ngeluh sama adab-adab yang seharusnya dipatuhi seorang muslimah, bahkan nolak, padahal mau dimuliakan. Kok bisa?
Kebetulan -walaupun tak ada yang kebetulan menurut Allah-, ada satu ayat yang kubaca pagi ini:

"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu." [QS. Al-Ahzab: 33]

dijadikan-Nya mulia, kenapa nolak?

Kemarin, ada diskusi kecil dalam sebuah majelis. Diskusi ini sedikit mengingatkanku akan kondisi wanita di zaman Yunani, Romawi dan zaman Jahiliyah. Yap, zaman sebelum masuknya agama yang rahmatan lil 'aalamiin ini, Islam.

dijadikan-Nya mulia, kenapa nolak?

Menurut sejarah, ada dua peradaban besar dunia sebelum masuknya Islam. Yunani dan Romawi. Dan dua agama besar pula. Yahudi dan Nasrani. Saat itu, kaum wanita merupakan kaum yang dianggap tidak memiliki hak apalagi kemuliaan. Bahkan, hanya dianggap sebagai pembawa bencana. Jangankan diakui hak-hak sipilnya, wanita justru disamaratakan dengan barang dagangan di pasar. Na'udzubillahi mindzaliik.

dijadikan-Nya mulia, kenapa nolak?

Tak kalah jauh, pada zaman Jahiliyah wanitapun dianggap tak lebih dari sekadar aib. Benar-benar ironis. Coba menilik dua penggalan ayat dari surat cinta Allah yang biasa kita baca setiap hari ini ya:

"Apabila bayi-bayi perempuan dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah ia dibunuh" [QS. At-Takwir: 8-9]

"Dan apabila salah seorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan, hitam merah padamlah mukanya dan dia sangat marah, ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka terapkan itu." [QS. An-Nahl: 58-59]

dijadikan-Nya mulia, kenapa nolak?

Allah sudah mengangkat wanita dari keadaan yang begitu buruk. Kaum wanita telah "dijadikan-Nya mulia". Belum cukupkah dengan dijadikkan-Nya satu surat terkhusus untuk kaum kita dalam surat cinta-Nya?
Masih suka pulang ke rumah kelewat malam? Masih suka tabarruj? Coba deh dipikir-pikir lagi. Justru Islam lah cara hidup modern seharusnya. Allah memuliakan wanita dengan kemuliaan yang begitu luar biasa loh, shalihah. Hmm
Akhir tinta, berbanggalah terlahir sebagai seorang muslimah. Ketika menjadi anak yang shalihah, maka ia dijadikan ladang amal bagi kedua orangtuanya. Ketika menjadi istri yang shalihah, maka ia telah menyempurnakan agama suaminya. Dan ketika menjadi ibu bagi anak-anaknya, ada syurga di bawah telapak kakinya. MasyaAllah.

Sedikit sih, tapi semoga bermanfaat.

So, masih mau nolak dimuliakan?

Udah ya, udah ditungguin temen buat olahraga. Hehe, muslimah harus sehat jasmani juga dooong^^


Salam pagi cantik,
Al-Biruni

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Get in touch with me


Adress/Street

Dramaga, Bogor, West Java, Indonesia

Phone number

+(62) 857 1363 9668