Petang itu di sebuah bis yang sedang melaju di bumi kota kecil bagian negara Perancis, tampak seorang gadis yang tengah kebingungan.
Penutup kepala yang ia kenakan menyimpulkan bahwa dirinya memeluk kepercayaan yang tak banyak dapat diterima orang-orang di sekelilingnya, kala itu, di tempat itu.
2
Seorang wanita paruh baya yang berbadan setengah gemuk nampak tengah mengamati gadis yang duduk tak jauh darinya.
Sembari mengemudikan kendaraan besar yang menjadi kebanggaannya -karena kendaraan ini adalah satu-satunya kendaraan umum yang diperbolehkan masuk ke wilayah tersebut- ia terus memperhatikan sang gadis. Penampilannya berbeda, sangat berbeda dari gadis-gadis yang ia temui biasanya. Sepertinya, memang dia bukan orang sini.
1
Terdengar sebuah suara tengah memanggil-manggil dirinya, "excuze moi?", "pardon moi?"
Gadis itu menengok ke arah datangnya suara yang ternyata dari sang juru kemudi.
Dengan berbekal bahasa Perancis yang tak banyak, bahkan sangat sedikit dan bahasa Inggris yang sudah jarang ia gunakan, gadis itu pun memberanikan diri menyaut sang juru kemudi yang rupanya wanita.
Benar dugaannya, wanita tersebut berbicara menggunakan bahasa yang benar-benar tak dimengerti, meski sudah belajar 3 tahun di bangku SMA dulu -hanya 2 jam, dalam seminggu-.
Lagi, wanita tersebut mencoba berbicara dengan bahasa yang berbeda, bahasa Inggris!
Namun, bahasa Inggris yang terdengar dalam logat Perancis dan sangat pas-pasan itu makin membuatnya tak mengerti.
Ia mencoba bertanya apa maksud dari wanita tersebut, mungkin ia berkata tentang cara memberhentikan bus yang dikemudikannya kini, atau bertanya kemana tujuan sang gadis, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Namun yang ia dapati tetaplah sesuatu yang sama, bingung.
Sang gadis mencoba mencari sesuatu di dalam ranselnya yang mungkin dapat membatunya kini, seperti kamus atau sejenisnya.
Sialnya, ia tak mendapati sesuatu seperti itu di dalam sana. Sepertinya, ia tersesat, di tempat yang tak Ia ketahui pasti, dengan orang-orang yang tak mengetahui dirinya pula.
2
Menyadari gadis yang sedari tadi diamatinya tengah kebingungan dan membutuhkan bantuan, ia mencoba bertanya.
Bertanya dalam bahasa yang biasa digunakannya sehari-sehari yang rupanya tak dimengerti oleh orang yang ditanya.
Dengan bekal bahasa Inggris yang pas-pasan Ia coba bertanya kembali, berharap sang gadis dapat mengerti kata-katanya kini, namun sang gadis justru menanyainya kembali dengan bahasa Inggris yang berisi beberapa kosakata yang tak dimengerti.
Ia pun memutuskan untuk kembali menyetir dan sejenak membiarkan sang gadis, karena Ia takut tak dapat berkonsentrasi pada kemudinya.
3
Dari daratan yang nampak subur, di sebuah tempat pemberhentian kereta di daerah Cirebon, Jawa Tengah.
Seorang wanita berkucir kuda nampak sibuk membangunkan gadis disebelahnya yang tengah tertidur lelap. Sepertinya sang gadis begitu kelelahan hingga tak menyadari bahwa tiket keretanya belum diperiksa petugas untuk dilubangi -sebagai tanda sudah digunakan dan diperiksa-. Gadis yang ternyata berkacamata itu bangun dengan wajah sedikit terkejut. Tak lama kemudian, Ia menyerahkan tiketnya pada petugas pemeriksa tiket, serta berterimakasih pada wanita berkucir kuda.
4
Ia nampak kelelahan, mungkin karena semalaman tak dapat tidur. Hari ini, dalam perjalanannya menuju stasiun Pasar Senen untuk kembali ke kampus tercintanya di kota Bogor, ia benar-benar tertidur lelap di samping jendela. Tak seperti biasanya yang selalu dapat terjaga apabila disuguhkan pemandangan-pemandangan dari dalam kereta, ia justru tertidur.
Rupanya ada seorang wanita di sebelahnya yang sedari tadi berusaha membangunkannya agar tiketnya dapat diperiksa oleh petugas pemeriksa.
Dengan wajah terkejut -karena pikirnya Ia sedang ada ditempat yang tak diketahuinya tadi-, Ia pun segera memberikan tiket pada petugas dan berterimakasih pada wanita berkucir kuda yang telah membangunkannya dari tidur yang benar-benar tak disengaja.
Sambil beristighfar karena telah lalai, Ia kembali menikmati pemandangan dari balik jendela yang selalu Ia sukai.
"ternyata mimpi sampe ke Perancis, besok-besok kayanya harus dilanjut belajar bahasa Perancisnya. Biar ga nyasar kalau mimpi ke Perancis, atau kalau ke sana beneran."
Ditulis ala kadarnya dengan ponsel dalam perjalanan menggunakan kereta api Kertajaya
Pagi hari, 16 Juli 2016
Selamat Mudik (Balik, Lebaran) !
-Al-Biruni-

0 komentar:
Posting Komentar