• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

Minggu, 10 April 2016

They call it, Process

Hi!
Assalamu'alaikum...

Asa udah lama ya? hehe
Maaf untuk membiarkannya berdebu dan tertinggal sementara waktu tanpa alasan jelas

Hmm, honestly, ini sisa-sisa kuota. Kirain ga bakal bisa browsing pake Ashlan (re: my pc) hari ini. Husnudzon saja, rezeki.
Antara kebangun atau ga bisa tidur, gara-gara sendirian atau ga enak badan. Tumben, sendirian di RKS. Presiden, Bendahara Negara, Penasihat Negara, sama Bayi pulang. Bunda ke Lembang. Komdis ke saudaranya, katanya sih kondangan. Yasudahlah, mau bagaimana lagi wkwk.

Tetiba kangen sama blog ini. Seseorang di tempat melingkarnya orang-orang yang suka nulis bilang gini, "kalau punya blog jangan sering di tinggal, nanti berhantu."
Waduh, udah berapa koloni ya di sini? haha

Hmm...

They call it, Process

Entahlah, hari ini banyak terpikir kata "proses". Setumpuk orang-orang yang sadar pun ga sadar pernah cerita indahnya ujung sebuah proses juga banyak muncul di kepala. Terbang-terbang gitu *eh.
Ada lagi orang-orang yang rasanya masih di fase proses juga ikut-ikutan muncul.

"Aku sampai mana ya(?)"

They call it, Process

Sedikit baca sebuah buku hari ini, kebetulan pake pembatas yang belum pernah dipake. Ada sebaris kalimat di sana,

"Life does not put things in front of you that you're unable to handle."

They call it, Process

Kalau kata guru SD dulu, "belajar itu yang penting proses, bukan hasil."
Agak kecewa sama paradigma yang terlanjur menjamur di masyarakat, bahkan mungkin diri sendiri sih. Pada akhirnya, yang dibilang "bernilai" itu hasil. Ah, entahlah. Orang-orang di sekeliling kita pasti orang-orang terbaik yang sudah Allah pilihkan, kan?

They call it, Process

Hari ini nelfon adik-adik. Sesi curhat ceritanya, sama konsultasi tugas(?) wkwk
Hmm, seorang kakak juga ternyata banyak prosesnya ya. Sosok adik cenderung melihat siapa kakaknya dibanding orang tuanya, sadar ga sadar, itu yang si penulis blog ini dapet dari sebuah lembaga pendidikan pencetak guru Qur'an di Bogor. Antara mencontoh, atau memberontak. Jadi teladan lewat sikap, itu solusi terbaik sebenarnya. Tapi sembari membuatnya dekat. Dekat, untuk jarak yang jauh(?)

They call it, Process

Bahkan seorang sahabat. Kalau bukan karena proses yang namanya pertemuan, entah apa mereka disebut.

They call it, Process

Adanya kita sekarang, bukannya itu proses juga(?)

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. Kemudian setelah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati..." (QS. Al-Mu'minun: 12-15)

They call it, Process

Aku teringat sekuntum senja
Penuh aroma kasturi
Tersaji setelah terik
Penghantar lelap
Pembangun suka
Meski beralas duri
Nan menembus ulu hati
Hingga terbekas luka
Ia tetap pantas dirindu

They call it, Process


Untuk seorang teman yang kerap dibersamai beberapa waktu silam, terimakasih atas undangan pernikahannya. Maaf tidak bisa hadir. Terimakasih untuk tetap mengingat orang ini, bagaimanapun ia, terimakasih untuk ketersediaan memasukkannya ke daftar "teman".
Untuk teman yang lain, yang insyaAllah akan berkegiatan serupa. Terimakasih, entah untuk apa, rasanya terlampau banyak jika dijabarkan.
Seseorang yang lagi rajin-rajinnya nanya-nanya karena mau ke luar negeri, Semangat! Jangan lupa oleh-oleh *eh
Hati-hati yang lagi di Spanyol. Jangan terbang tinggi-tinggi dulu. Adikmu ini lagi susah payah pengen nyusul. Hmm
Semangat yang masih Ujian Tengah Semester. Semoga ilmunya Allah Berkahkan. Tetap berusaha menikmati proses ya, hmm.
Kalian (pun mungkin penulis ini), yang sedang Allah uji dengan amanahnya, tetap Semangat! Seterong! Allah loves us, more than we know. Remember?
Selamat (sepertiga) malam.

Rindu terselimut dinding putih,
Al-Biruni

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Get in touch with me


Adress/Street

Dramaga, Bogor, West Java, Indonesia

Phone number

+(62) 857 1363 9668